KOPI

"Big Deal Coffee" Shenzhen dapat digambarkan dengan cara yang sederhana namun bergaya, menyoroti kualitas kopinya, budaya komunitas, dan sikap mudanya. Berikut beberapa gaya deskripsi yang berbeda: 1. Humoris dan menggoda

"Pompa bensin spiritual para pekerja Shenzhen - kopi adalah 'bisnis besar', tetapi bermalas-malasan adalah sebuah kebutuhan."
πŸ‘‰ Gunakan "bisnis besar" untuk memberikan kontras dengan kehidupan sehari-hari para pekerja, dengan sedikit humor yang merendahkan diri, menyoroti suasana santai dari merek tersebut.

2. Lokal dan kreatif
"Secangkir kopi dengan 'gen Shenzhen' - pekerja keras (biji kopi berkualitas), trendi (gaya jalanan), dan nuansa ritual 'mencari nafkah'."
πŸ‘‰ Dipadukan dengan citra Shenzhen sebagai "Kota Penghasil Uang", menekankan integrasi kualitas kopi dan budaya perkotaan.

3. Gaya eksplorasi toko sastra dan seni
"Bisnis besar yang tersembunyi di sudut jalan - jangan bicara tentang KPI, bicaralah saja tentang cita rasa."
πŸ‘‰ Gunakan kontras untuk menarik perhatian orang dan menonjolkan tempat ini sebagai ruang rekreasi untuk melepaskan diri dari tekanan pekerjaan.

4. Dari sudut pandang seorang pencinta kopi sejati
"Salah satu dari sedikit kedai kopi 'serius' di Shenzhen - biji kopinya bisa bercerita, dan campuran spesialnya bisa diolah dengan berbagai trik."
πŸ‘‰ Menekankan jalur butiknya, seperti pilihan biji kopi single-origin yang beragam dan kombinasi unik dari campuran spesial yang kreatif (seperti penambahan buah Lingnan).

5. Atribut sosial dimanfaatkan sepenuhnya.
"Di kedai ini, kopi adalah 'bisnis besar', dan bersosialisasi adalah 'proyek yang menguntungkan'."
πŸ‘‰ Cocok untuk menggambarkan suasana komunitasnya, di mana orang sering mengobrol, bekerja, dan bahkan membahas kerja sama, yang sejalan dengan budaya sosial "mencari keuntungan" di Shenzhen.

"Kopi Bisnis Besar - Para pekerja Shenzhen memanfaatkan waktu secangkir kopi untuk menjalankan 'bisnis besar' mereka sendiri." β˜•


Jika Shenzhen "Big Deal Coffee" ingin memasuki pasar Hong Kong, mereka perlu merumuskan strategi berdasarkan budaya kopi, kebiasaan konsumsi, dan lingkungan bisnis Hong Kong yang unik. Berikut adalah langkah-langkah dan saran-saran penting:

1. Penentuan posisi pasar: persaingan yang terdiferensiasi
Fokus pada "gen Shenzhen" + "fusi Hong Kong"

Pasar kopi Hong Kong sangat kompetitif (% Arabica, Starbucks, butik lokal, dll.), dan diferensiasi perlu ditonjolkan, seperti:

"Spesial cita rasa Shenzhen-Hong Kong": menggabungkan kreativitas Shenzhen (seperti kopi Chaoshan Lao Yaoju) dengan elemen Hong Kong (seperti latte teh susu silk stocking, Americano teh lemon).

"Uji coba toko pop-up": pertama-tama sewalah sebuah toko di area trendi seperti Causeway Bay dan Central untuk jangka waktu singkat guna menguji reaksi pasar.

Strategi penetapan harga

Harga rata-rata kopi di Hong Kong relatif tinggi (HKD 40-60), dan dapat diposisikan sebagai "kopi butik dengan harga terjangkau" (HKD 30-45), yang menekankan kualitas tetapi lebih terjangkau daripada jaringan internasional.

2. Strategi lokasi: Menargetkan pelanggan sasaran
Prioritaskan tempat-tempat di mana kaum muda dan wisatawan dari Tiongkok daratan berkumpul:

Sheung Wan/Sai Wan: Seniman muda, pekerja lepas, cocok untuk model toko komunitas.

Mong Kok/Causeway Bay: Berpenduduk padat, cocok untuk toko makanan cepat saji dengan tempo cepat.

Kota Pelabuhan di Tsim Sha Tsui: Menarik wisatawan dari Tiongkok daratan dan memperkuat pengakuan terhadap "merek Shenzhen".

Hindari area yang banyak terdapat Starbucks: seperti Central Financial District (para pekerja kerah putih lebih mengandalkan merek internasional).

3. Pemasaran merek: Manfaatkan media sosial
Kerjasama KOL:

Undang para blogger kuliner dan pecinta kopi lokal Hong Kong untuk mengunjungi toko tersebut, dan fokuslah pada promosi "Edisi Terbatas Shenzhen-Hong Kong" (seperti "Greater Bay Area Yuanyang Latte").

Xiaohongshu + platform ganda Instagram:

Gunakan Xiaohongshu untuk menarik wisatawan dari Tiongkok daratan, Instagram untuk menarik perhatian anak muda lokal, dan kontennya menyoroti desain visual "anak muda gaul Shenzhen" (seperti desain cangkir bergaya retro Hong Kong).

Kegiatan bersama:

Bekerja sama dengan merek-merek lokal Hong Kong (seperti produk budaya dan kreatif buatan Hong Kong, label musik independen) untuk meningkatkan identitas lokal.

4. Optimalisasi rantai pasokan dan operasi
Pengendalian biaya logistik:
Sewa tempat di Hong Kong tinggi, jadi kita bisa mempertimbangkan untuk berbagi rantai pasokan dengan Shenzhen (seperti pemanggangan biji kopi terpadu dan pengiriman lintas batas harian) untuk mengurangi biaya.

"Model toko kecil":
Toko-toko di Hong Kong berukuran kecil, jadi kami perlu menyederhanakan menu (fokus pada 3-5 item andalan) dan memperkuat layanan pesan antar dan bawa pulang (bekerja sama dengan Foodpanda dan KeeTa).

5. Integrasi budaya: Hindari "aklimatisasi"
Layanan lokal:
Merekrut karyawan lokal Hong Kong, menyediakan layanan berbahasa Kanton, dan menyesuaikan jam operasional (seperti memperpanjang jam malam untuk menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Hong Kong).

Interaksi komunitas:
Mengadakan "lokakarya kopi" atau pameran budaya jalanan untuk berintegrasi ke dalam komunitas lokal Hong Kong (seperti lingkaran budaya dan kreatif Sham Shui Po).

Risiko dan respons
Tekanan sewa yang tinggi: Anda dapat mencoba bekerja sama dengan ruang berbagi (seperti The Wave) untuk berbagi biaya sewa.

Perbedaan preferensi rasa: Masyarakat Hong Kong lebih menyukai minuman teh, jadi Anda bisa meluncurkan minuman campuran "kopi + susu Hong Kong" sebagai transisi.

Hubungi kami melalui info@hammusinno.com, danny.chan@hammusinno.com untuk kerja sama.